Dec 2

Aplikasi dalam bidang Psikologi <— Click here please ! šŸ˜€

Dec 2

Pekerjaan Di Bidang Psikologi Yang MenggunakanĀ Komputer

Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya. Dengan komputer banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan mudah, bila dahulu orang mengetik surat harus dengan mesin tik, dan bila ada kesalahan maka kertas tersebut akan disobek dan diketik ulang kembali, selain itu dengan mesin tik dokumen yang telah diketik tidak dapat diedit kembali, sementara dengan menggunakan komputer kita dapat mengetik dokumen, mengedit dan menyimpan dokumen tersebut untuk dapat diedit berulang-ulang. KarenaĀ  fungsi itulah sekarang banyak bidang yang menggunakan komputer sebagai media untuk mengelolah data, tidak terkecuali psikologi. Berikut ini beberapa pekerjaan di bidang psikologi yang menggunakan komputer, antara lain :

1. HRD

Sarjana Ā psikologi yang bekerja sebagai staff HRD atau personalia harus mempunyai keahlian dalam menjalankan komputer guna penyimpanan data-data karyawan dan juga sebagai modulĀ  untuk mencatat kegiatan penerimaan karyawan, mutasi karyawan dan perubahan ke system tetap dan lain-lain yang semua itu harus mempunyai data lengkap di komputer.

2. Layanan bimbingan dan konseling

Bimbingan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam Bimbingan dan Konseling. Menurut Gausel (Prayitno, 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan dan konseling pendidikan. Dalam mengolah data konselor juga perlu menggunakan komputer untuk memasukan, mengolah, dan menyimpan data konseli dan data lainnya sebagai pendukung jalannya suatu layanan Bimbingan dan Konseling. Komputer dapat membantu konselor dalam melakukan assesmen terhadap proses konseling, seperti ITP (Inventori Tugas Perkembangan) dan ATP (Analisis Tugas Perkembangan).

Pada layanan konseling juga terdapat teknologi komputer yang berbasis internet untuk malakukan konseling dengan konseli. Cyber Counseling, E-counseling, chatting, video call, dan voice call merupakan bentuk aplikasi yang dapat membantu konselor dalam proses konseling. Aplikasi ini juga merupakan proses pemberian bantuan juga tetapi dengan cara yang lebih modern selain melakukan pertemuan dengan konseli secara langsung. Aplikasi yang mempermudah jalannya konseling ini merupakan cara yang baru dalam berkomunikasi secara lebih mudah dengan konseli, tetapi konseling yang menggunakan teknologi ini bukan berarti menggantikan cara konseling konvensional (face to face). Hanya saja ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi kendala yang sering menjadi hambatan bagi proses konseling konvensional, seperti masalah waktu yang tidak tersedia dan jarak yang memisahkan.

Ada pula Computer Assisted Counseling (CAC), yaitu software atau aplikasi konseling mandiri yang membantu konseli untuk mudah mendapatkan penyelesaian masalah yang dialami meskipun tidak perlu bertemu dengan konselor. Walaupun demikian, tetap saja konseling yang dilakukan secara face to face lebih mengena dan CAC tidak dapat menggantikan fungsi dari konseling konvensional itu sendiri, CAC hanya mengambil sedikit peran konseling konvensional agar bertambah efektif dan efesien. Jika konseli berada dalam keadaan darurat dan tidak ada konselor pada saat itu maka CAC dapat berperan dalam membantu konseling.

Sumber : http://devianggraeni90.wordpress.com/2012/05/01/bidang-psikologi-yang-menggunakan-komputer/

 

MEDIA KOMUNIKASI YANG JUGA DIGUNAKAN DALAM BIDANG PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut ā€œCyber Teachingā€ atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:

  1. E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
  2. Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
  3. Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.

 

Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb.

Sumber : http://www.dedeyahya.com/2011/10/konsep-komunikasi-dan-tekhnologi.html

Dec 1

Pertama kali saya mengenal TIK itu ketika saya masih SD, waktu itu saya dibelikan Handphone oleh orang tua saya, karena waktu itu saya menjalin hubungan jarak jauh dengan kedua orang tua saya. Dan saya diperkenalkan pada komputer itu sekitar kelas 4 SD. Tetapi dulu saya hanya mengenal komputer hanya sebagai wadah untuk bermain game.

Kemudian ketika saya kelas 5 SD, saya baru mengetahui ternyata masih banyak aplikasi – aplikasi didalam komputer, diantaranya yang saya pelajari adalah Ms.Word, Ms. Exel dan Paint. Kemudian ketika saya bersekolah di SMP, disini saya diperkenalkan dengan Ms. Power point, Potoshop, dan saya mulai mengenal Internet juga. Ketika saya di SMP saya mulai mengenal social media, yaitu Friendster (masih ingatkah šŸ˜€ ).

Dan ketika saya menginjak masa SMA, saya mulai belajar untuk membuat blog, membongkar CPU, lebih memperdalam Ms. Exel, membuat animasi, dan sebagainya . Saya juga mulai mempelajari Google Sketchup 8, dan Virtual DJ Pro secara otodidak yang alhamdulillah cukup membuat pening kepala.

Seperti yang kita ketahui, teknologi di zaman sekarang sudah semakin maju, ditambah dengan hadirnya smart phone dan aplikasi – aplikasi yang sangat canggih didalamnya. Nah, ini ceritaku, apa ceritamuuuuuu ???

Dec 1

Holla, nama saya Siti Amalia NGS.

Saya lahir pada tanggal 29 April.

Saya adalah anak pertama dan terakhir.

Sekarang saya bersekolah di Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia.

Nov 26

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!